Tafsir bi al-ma’tsûr adalah cara penafsiran Al-Qur’an yang berdasarkan kutipan-kutipan dari Al-Qur’an, Sunnah, perkataan sahabat dan perkataan tabi’in. Bentuk tafsir ini disebut-sebut sebagai tafsir yang paling benar dan paling objektif, serta paling aman untuk tetap terjaga dari ketergelinciran, karena berpegang pada sumber tafsir yang otoritatif.

Akan tetapi, setiap mufasir memiliki latar belakang, prapemahaman dan kecenderungan yang berbebeda-beda, yang menyebabkan penafsiran menjadi subjektif. Selain itu, permasalahan yang selalu muncul dan menjadi titik lemah tafsir bi al-ma’tsûr adalah bertebarannya hadis-hadis palsu dan riwayat-riwayat israiliyat yang mengandung cerita-cerita yang tidak masuk akal dan bertentangan dengan ajaran Islam, turut menjadikan tafsir bi al-ma’tsûr selalu mendapat kritikan. Buku ini ingin menganalisis sejauh mana objektivitas dan validitas tafsir bi al-ma’tsûr.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Subjektivitas Mufasir dalam Tafsir Bi Al Ma’tsur”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *